3 keunikan perasaan wanita

 3 keunikan perasaan wanita 

Sebelumnya sudah aku jelaskan dalam artikel sebelumnya ya sobat readers, bahwa wanita merupakan makhluk Tuhan yang diciptakan dengan perasaan lembut dan cenderung sensitif.

Semakin berat peran seorang wanita maka semakin sensitif pula perasaannya. Ada berbagai peran wanita dalam kehidupan ini diantaranya ialah :

1. Wanita sebagai seorang anak 

peran pertama seorang wanita lahir kedunia ialah sebagai seorang anak.  Anak-anak biasanya memiliki perasaan ceria yang dominan. Sungguh memang menyenangkan dunia anak-anak dimana pada masa ini kita pernah merasakan bebas. Bebas bermain, bebas berimajinasi, dan perasaan bebas lainnya. 

Dan perasaan unik ketika menjadi seorang anak ialah "tidak ingin jauh dengan seorang IBU" . manusiawi memang jika seorang anak tidak ingin jauh dengan ibunya, bahkan seekor anak ayam saja ketika kehilangan ibunya maka dia tidak akan berhenti "menciak" guna mencari induknya. 

Bahkan sampai kita menjadi seorang remajapun, sebagian besar manusia memang selalu ingin dekat dengan ibunya, kecuali mereka yang sudah di didik mandiri sedari kecil ya guys. Tapi pastilah sebagian besar remaja-remaja didunia tetap ingin selalu didekat ibundanya. Termasuk si penulis. Hehehe *ngaku 

2. Wanita sebagai istri  

Peran selanjutnya seorang wanita ialah menjadi seorang istri. Diawali dengan pernikahan yang kadang dianggap sebagai kisah cinta yang happy ending. Padahal kalau kita cermati dunia pernikahan ialah gerbang awal menjalani hidup yang sesungguhnya. Bagaimana tidak sobat readers, dengan pernikahan seorang wanita harus siap menjalani kehidupan baru. Ketika menjadi seorang gadis, para wanita berbakti pada orangtua, sekarang peran seorang istri baktinya pula berpindah kepada suami. Makanya kadang orang-orang mengucapkan selamat menempuh hidup baru BUKAN selamat berakhir hidup bahagia. 

Perasaan unik seorang wanita ketika menjadi seorang istri ialah "masih tetap ingin dekat dengan IBU-nya" . *hahaa (sama saja). Tapi memang benar ini yang penulis rasakan. *eehh curcol (skip guys skip, lanjot...) 

Perasaan seperti ini berlaku bagi istri-istri yang ketika menikah langsung hidup fokus dengan suaminya dan punya rumah sendiri. Tidak mudah memang melupakan kenangan masa kecil hingga remaja kita bersama orangtua. Makanya disini penting juga peran suami, suami yang sayang maka insaallah perasaan sedih rindu terhadap kasih sayang ibu akan tergantikan dengan kasih sayang sang suami. 

3. Wanita sebagai seorang IBU 

Setelah menjalani mahligai rumah tangga sudah pasti seorang wanita tidak akan lama akan mengalami naik jabatan dari seorang istri menjadi seorang ibu. *bahasa lo jabatan ...hahaha

Barulah disini wanita muncul perasaan keibuan yang sesungguhnya. Melihat anak sendiri terkadang kita kasihan, sayang yang amat tak terhingga bahkan berfikir "bisa tidak ya aku membahagiakannya, menyiapkan masa depan cerah untuknya, dan perasaan ragu lainnya demi kebahagiaan anaknya". 

Perasaan unik yang timbul ketika seorang ibu yang berkarir dan ditugaskan ditempat yang jauh sehingga dituntut untuk jauh dari anaknya, maka yang biasanya kita merindukan sosok IBU kini tegantikan rindunya kepada sosok ANAK. Iya darah daging kita sendiri. 

Bahkan perasaan rindu kepada anak sendiri lebih menyayat hati daripada rasa rindu kita pada seorang ibu.  Memang keduanya sangat kita sayangi. Namun percayalah anak lebih dari segalanya. 

Itulah 3 perasaan unik seorang wanita berdasarkan perannya. Semoga bermanfaat. Wassalam  


Komentar

  1. Pernah merasakannya.. nice article

    BalasHapus
  2. Pas bagian 1 blablablab .2 bla bla blba .3 bla blab bala .. itu pake bold aja biar mem bantu serp di mesin pencari serta rating blog mu makin naik .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika sang gereja iri pada sang merak (makna bersyukur sesungguhnya)

2 kalimat mustajab pengabul do'a

Wanita bagai bunga, "bunga mawar tidak akan mau menjadi teratai"